By: Gia Putri
Foto: Dok. Humas BTS
 
Bromo Tengger Semeru (BTS) masih menjadi magnet bagi ribuan pelari ultra trail atau pelari
lintas alam. Sekitar 1250 orang pelari dari minial 30 negara terdaftar dalam even BTS Ultra 100 ke
tujuh yang akan digelar pada 2-3 November 2019 mendatang.
 
Angka 100 merujuk pada jarak terjauh dalam ajang lari yang diinisiasi oleh FOnesSport tersebut,
yakni 100 mil atau 170 km. Selain itu, dilombakan juga nomor 102 km, 70 km, dan 30 km. Hampir
seluruh pelari elit ultra trail Indonesia turun di ajang paling bergengsi di Indonesia yang kerap
dilabeli sebagai “hajinya” para pelari ultra trail itu.
 
Ribuan peserta ini tak lepas dari tren positif perkembangan ultra trail, yang tak hanya di dunia,
tetapi juga di Tanah Air. Sebuah lomba lari lintas alam disebut ultra bila memperlombakan jarak
lari di atas jarak lari maraton atau di atas 42 km. Selain di BTS, FOneSport juga menggelar lari
serupa di Gunung Rinjani, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Salak.
“FOneSport memang mendedikasikan dirinya untuk menggelar lomba lari jarah jauh di
Indonesia. Alam kita itu indah, tak kalah dengan dunia luar dan cuaca kita mendukung,” ungkap
Founder FOneSport Hendra Wijaya.
Lebih lanjut Hendra menuturkan, pada 2013 lalu, peserta BTS Ultra 100 hanya 107 orang.
Mereka yang mendaftar itu tidak otomatis langsung boleh ikut berlari.
 
Mereka harus lolos kualifikasi untuk ikut turun berlari di nomor yang mereka kehendaki. Sebagai contoh untuk bisa
ikut nomor 30 km maka pelari minimal harus sudah pernah finish half marathon 21 km. Setiap
nomor tersebut ada cut-off time (CoT) atau batas waktu maksimal bagi pelari untuk bisa disebut
finisher atau penamat. CoT untuk masing-masing nomor adalah 42 jam untuk 170 km, 32 jam
untuk 102 km, 18 jam untuk 70 km, dan 7 jam untuk 30 km.
 
Peserta start dari View Hotel, Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur.
Peserta (sesuai nomor yang diambil) akan berlari di gigiran Cemoro Lawang. Lalu, turun ke lautan
pasir Bromo dan naik ke bukit B29. Kemudian, menuju Desa Ranu Pane dan masuk ke jalur
pendakian Gunung Semeru mulai Ranu Kumbolo hingga Kalimati.
Selanjutnya, peserta turun menuju ke jalur Ayak-Ayak, Ngadas. Jarak Ijo, Kandangan, Ngawu,
Pananjakan, Jetak, Jemplang, Bromo, dan finish di Cemoro Lawang. Jalur tersebut diberi
pertanda (marking) dan ada marshall (penjaga) di beberapa titik demi keamanan peserta.
“Kami membuka diri dan membutuhkan dukungan semua pihak karena niat kami memang
membuat lomba berkualitas untuk memperkenalkan Indonesia dengan cara lain: berlari,” kata
Direktur Lomba BTS100 Hendricus F Mutter.
 
Lomba ultra trail tentu lebih berat dibanding lari di jalanan datar atau road makanya syarat
kualifikasi dilakukan dengan ketat mengingat keselamatan bersama. Untuk jarak 170 km gain-
nya (tanjakan) 10.000 m, 102 km gain 5.265 m, 70 km gain 3.000 m, dan 30 km gain 1.332 m.
Pelari yang berhasil menamatkan lomba ini akan mendapatkan poin. Di mana poin itu dapat
digunakan sebagai salah syarat untuk ikut lomba lari serupa, yaitu di Ultra- Trail du Mont Blanc
 
(UTMB). UTMB adalah lomba impian bagi pelari trail yang dihelat di Prancis, Swiss, dan Italia.
Tak ada hadiah uang untuk lomba ini. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di
www.btsultra.com.