Menjaga ketahanan saat berlari ternyata memiliki tekniknya sendiri. Apa saja ya cara yang bisa dilakukan untuk menjaga ketahanan tubuh saat berlari? Berikut beberapa tipsnya:

1. Latihan lari interval. Lari interval berarti berlari dengan menambah kecepatan secara bertahap.

2. Tempo berlari juga harus diperhatikan untuk menjaga daya tahan, hal ini bisa menjaga kamu agar tidak terengah-engah.

3. Lakukan long run. Kegiatan lari yang satu ini memang ditujukan untuk melatih ketahanan tubuh, dengan melakukan lari jarak jauh tanpa henti yang bisa dilakukan 1 minggu sekali secara rutin.

Semoga tips ini bermanfaat untuk kamu yang ingin menjaga daya tahan saat berlari ya. Kamu juga bisa berlatih bersama @skolari.id untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat seputar lari

#LiveHealthyLife #LebihBaik 

Jangan lupa melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Selain untuk mencegah timbulnya cedera, juga untuk membantu agar performa tubuh lebih maksimal.

Simak tips pemanasan yang baik sebagai berikut:
- Ingin berolahraga dengan intensitas yang tinggi? Jangan lupa untuk persiapkan fisik kamu. Agar detak jantung kamu meningkat, dan kamu siap untuk olahraga yang berat.
- Cegah risiko cedera dan tingkatkan aliran darah dengan pelemasan otot. Dengan cara ini, otot juga terhindar dari ketegangan saat berolahraga.
- Tips terakhir yang sama pentingnya, persiapkan juga mental kamu. Gunanya agar membantu kamu untuk meningkatkan fokus dan kewaspadaan pada saat latihan.

Mau praktek langsung teknik pemanasan yang baik? Kamu bisa gabung bersama @skolari.id setiap hari Kamis jam 18.30 dan hari Sabtu jam 6.30 di GBK.

Thank you @sunlife_id !
Cek tips di bawah ini untuk pemilihan makanan/ minuman sebelum dan saat berlari ya gaesss


Memilih makanan yang tepat sebelum berlari dan ketika berlari bisa menjauhkan kamu dari gangguan di tubuh seperti kram perut ataupun perasaan mual. Sebaiknya kamu jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang belum pernah kamu coba sebelumnya, karena kamu belum tahu efeknya terhadap tubuh.

Apa ya makanan yang pas untuk dikonsumsi sebelum berlari? Sebaiknya jangan pilih makanan yang berat. Kamu bisa coba roti tawar dengan selai kacang, atau buah pisang.

Bagaimana jika sedang dalam kondisi berlari? Yang paling penting adalah menjaga asupan karbohidrat dan gula. Kamu bisa coba makanan seperti energy bars/gel, buah kering, dan minuman isotonik.
Tips ini merupakan kolaborasi antara Sun Life Indonesia dan @skolari.​id
#LiveHealthierLives

Misi jersey edisi Indonesia @skolari.id

Skolari mengeluarkan lagi satu jenis jersey bertuliskan Indonesia di depan dan gambar peta Indonesia di belakang serta tulisan pesan #runningissharing. Apa maksud dari pembuatan jersey tersebut ? Yang pertama adalah bahwa ini merupakan pernyataan rasa Skolari yaitu kita cinta negeri ini. Negeri nan indah dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa dengan sifat dasar orang-orangnya yang baik, ramah dan suka berbagi. Yang kedua adalah menggambarkan tujuan kita bahwa kita akan berkontribusi secara aktif untuk memberikan pelayanan pengetahuan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa pandang suku, ras, agama, harta, pangkat dan jabatan. Yang ketiga adalah penyebaran “virus” berbagi “sharing”. Dengan pelayanan pelatihan gratis, Skolari berharap mereka yang sudah mendapatkan ilmu berlari juga menyebarkannya kepada sesama anak bangsa sehingga tujuan berlari secara Benar, Sehat, Bahagia dapat dinikmati bersama. Selamat berlatih, enjoy the new jersey of Skolari. #skolari #sekolahlari #runningisblessing #runningissharing

Good morniiiing Skolarist! Simak yuk tips dari @sunlife_id utk memilih tipe sepatu di bawah ini.

Memilih sepatu lari ternyata tidak boleh sembarangan loh, yang paling penting sepatu yang kamu pilih harus mampu meredam kejut dan breathable.
Selain itu, kamu juga harus sesuaikan bentuk sepatu dengan jenis kaki kamu ya, supaya menghindarkan kamu dari cedera.

Kalau hal di atas sudah terpenuhi, kamu bisa pilih sepatu yang cocok dengan tips-tips berikut:
- Ketahui dengan tepat ukuran kaki kamu
- Pilih sepatu yang berukuran 1 hingga 2 cm lebih besar dari ujung kaki kamu. Agar kaki tidak cepat lecet atau melepuh
- Gunakan kedua sepatu (kanan dan kiri) ketika mencobanya, juga bawa jalan dan jinjit untuk memeriksa keseimbangan dan kenyamanan
- Pastikan sepatu tidak terasa sempit di pinggir kiri-kanan ball of foot (area bawah jari kaki)
- Jangan langsung pakai sepatu baru kamu untuk berlari. Sebaiknya dipakai untuk berjalan dulu beberapa kali.

Nah itu dia tips dari @skolari.id, jadi sudah tahu kan butuh sepatu lari yang seperti apa?

#LiveHealthierLives #ResolutionRunID

Training Plan (TP) @skolari.id adalah Koentji

Training Plan atau program perencanaan latihan adalah suatu rencana rangkaian kegiatan latihan yang dibuat berdasarkan kebutuhan yang spesifik. Sebagai contoh adalah TP untuk event race tertentu ; pembuatannya berdasarkan medan yang akan ditempuh, jarak, iklim dan cuaca serta kekuatan maksimal peserta. Dengan dasar pembuatan tersebut, Coach Skolari akan membuat suatu perencanaan latihan harian, mingguan dan jadwal pertemuan sehingga seorang peserta akan benar-benar siap ketika menghadapi dan menempuh event race yang dipilih baik secara mental maupun fisik.
Jenis-jenis training plan terdiri dari beberapa model. Untuk training plan Road 10 K, Half Marathon (HM) dan Full Marathon (FM) dibuat berbeda untuk memastikan kekuatan dan kesiapan peserta. Pada model ini berbagai jenis latihan diramu menjadi satu dalam satu program seperti latihan interval, tempo run, easy run dan long run. Tujuannya untuk membangun kekuatan fisik dan mental peserta agar siap dan kuat menghadapi event race yang akan diikuti. Demikian pula jika race yang akan diikuti bersifat “trail run”, maka training program akan menekankan pada latihan endurance dan ketahanan menghadapi uphill serta downhill.
Disamping itu semua, Coach Skolari dibantu dokter akan memberikan saran2 nutrisi serta asupan agar kesehatan fisik tetap bugar dan terjaga dengan baik. Tak lupa penggunaan gear yang benar juga akan diajarkan.
Sesuai dengan misi Skolari untuk membuat masyarakat dapat berlari dengan Benar-Sehat-Bahagia, maka mengikuti program Training Plan sangat disarankan . Benar secara Teknis, Sehat secara Fisik, dan Bahagia secara mental. Ingat kata-kata bijak Fail to Plan = Plan to Fail. Training Plan Skolari adalah Koentji ???

34 Skolarist, akan berlomba di Borobudur Marathon Minggu (17/11) Dari seluruh kategori yang diikuti Skolarist, yang tergemuk ada di kategori 21K yaitu sebanyak 17 peserta. 

Perjuangan dan rasa lelah selama masa-masa persiapan akan segera terbayarkan. Masa penantian selesai sudah. Taklukkan dengan keyakinan salah satu race yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun 2019. Selamat berjuang skolarist kesayangan. Tantanglah rute yang naik turun berkelok diwarnai pemandangan alam nan indah permai. Doa terbaik dari kami semua.
.
.
Yakin.
Pasti.
Bisa.
#borobudurmarathon2019
#trustyourtraining
#skolari

Dear participants.

Seminggu lagi anda semua akan melakukan race yang merupakan salah satu race bergengsi di Indonesia. Borobudur Marathon 2019. Bagi Skolarist yang mengikuti TP Coach Valast, anda sudah memasuki waktu tapering week atau minggu istirahat untuk menyiapkan asupan nutrisi dan fisik anda. Persiapkanlah diri anda, mental dan fisik sebaik mungkin. Istirahatkah yang cukup, hindari pekerjaan berat seminggu ini. Saya sarankan anda melakukan check up kesehatan ke dokter paling tidak H-3 untuk memastikan kondisi anda dalam keadaan prima. Mengingat medan race yang akan anda tempuh tidaklah mudah, gunakanlah strategi dalam menjalankan race ini. Jika menghadapi tanjakan ingat uphill running form untuk menghindari cedera. Gunakan teknik pernafasan yang sempurna agar pasokan oksigen tetap terjaga. Tak perlu terpancing dengan suasana dan keadaan. Pada medan turunan gunakan teknik core dan strength anda untuk menjaga kesehatan dengkul lutut dan ankle. Sepanjang race konsentrasi pada rasa syukur dan doa terhadap kesehatan anda dan pemandangan alam yang indah (gratitude meditation) . Ingat tujuan race adalah Finish Bahagia. Bahagia hanya bisa diperoleh jika kita bersyukur. Pegang teguh motto Skolari ; latihan agar dapat berlari dengan Benar, Sehat, Bahagia. Akhirnya saya mendoakan agar anda semua dapat finish strong, happy and beautiful serta PB.
Mohon maaf Skolari tidak mengirimkan team support kali ini karena padatnya agenda. Stay blessed and healthy. #sekolahlari #runningisblessing #runningissharing

Skolari jadi official community partner Sun Resolution Run 2020.
 
Event ini akan berlangsung tanggal 12 Januari 2020 di ICE BSD dengan estimasi peserta 2800 orang. Tema yang diusung adalah " Live Healthier Lives" dan bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat bagi keluarga Indonesia. Skolari dipercaya untuk bekerja sama sebagai sponsor pendukung dalam program "Coaching Clinic Skolari, Sun Life Journey to Sun Resolution Run 2020" 
 
Apa saja yang akan dilakukan Skolari selaku Community Partner event Sun Resolution Run 2020?
 
  1. Memberikan pelatihan khusus untuk karyawan Sun Life dan keluarganya pada program Coaching Clinic SKOLARI, Sun Life Journey Sun Resolution Run 2020 sebanyak 5 kali, yang akan dimulai 13 November hingga 13 Desember 2019 mendatang. 
  2. Full participation and Support dari SKOLARI di acara Sunday Morning Run 15 Desember 2019. 
  3. Memberikan materi pelatihan secara online dan akan dipublikasikan di social media Sun Life dan SKOLARI. 
  4. Memandu acara pada saat Warming up di Sun Resolution Run 2020, 12 January 2019
 
Sukses untuk Skolari, dan keep Live Healthier Lives Sun Resolution Run 2020  #runningissharing
 

Sabtu (1/11) 
 
Di usianya yang merambah 11 bulan, Skolari memperluas networking dengan 17 Komunitas Lari dan 8 Event Organizer serta Race Management di Jakarta. 
 
Hari Sabtu lalu, Skolari resmi memulai langkahnya ke arah digitalisasi, dan ditandai dengan tagar #skolarirunningdigital serta launching website skolari.id 
 
Apa tujuan Skolari Running Digital? 
 
Yang pertama, Skolari ingin memperluas pelayanan. Skolari Running Digital adalah solusi dari permintaan yang ada saat ini. Skolari melebarkan pelayanan melalui format online digital sehingga lebih mudah diakses. 
 
Kebutuhan pelatihan lari bagi masyarakat, terutama yang berada di luar Jakarta, dan tidak bisa rutin hadir hari Kamis dan Sabtu ( latihan rutin Skolari ) di Gelora Bung Karno (GBK) mengharuskan Skolari "Goes Digital", hingga pelayanan Skolari dapat diakses dalam genggaman, kapanpun, dimanapun.
 
Dan yang kedua, Skolari Running Digital adalah sebagai gerbang (gateway) ke arah digitalisasi. 
 
What's On Website Skolari.id?
 
Skolari.id berisi beberapa hal yang dapat membantu dalam berlatih lari, yaitu 
 
1. Tulisan Tulisan para pakar dan ahli serta testimoni pelari.
2. Coaches Brief, yaitu wejangan,arahan dan paparan berupa tulisan Skolari Coaches untuk meningkatkan performa berlari
3. Ask Skolari Coaches, yatiu forum tanya jawab antara masyarakat dan para Coaches. 
4. Video Training
5. Koperasi Skolari, yaitu Online Shop merchandising Skolari. 
6. Skolari Booking Event plus plus ( plus Training Plan, plus Training Camp ) hingga event berlangsung dibawah pengawasan    Skolari Coaches. 
 
Bravo Skolari. 
 

By: Adrie Soetopo (Skolari Coach)

Bromo (1/11/2019)

Berdiri di dataran tinggi Tengger memang selalu membawa sensasi berbeda terutama di event tahunan BTS (Bromo Tengger Semeru) Ultra Marathon.

Kemarin lengkap dengan matahari cerah di pagi hari, siang hingga malam gerimis dengan kabut tipis yang makin tebal membawa udara dingin membeku. 

Bertemu dengan wajah wajah baru dan lama yang ramah dan familiar dan paling seru adalah perubahan rute dari panitia kurang dari 18 jam sebelum start dimulai.

Feeling Greatfullness karena masih diberi kesehatan menikmati ini semua, berucap dalam hati: "OK gw siap" 

Selamat berlomba Coach Adrie, Asscoach Dhimas Prayoga, Sigrit Rahayu dan Skolarist lainnya. Finish Strong dan diberi kelancaran saat menjalani event trail besar BTS ULTRA ini. 

By: Gia Putri
Foto: Dok. Humas BTS
 
Bromo Tengger Semeru (BTS) masih menjadi magnet bagi ribuan pelari ultra trail atau pelari
lintas alam. Sekitar 1250 orang pelari dari minial 30 negara terdaftar dalam even BTS Ultra 100 ke
tujuh yang akan digelar pada 2-3 November 2019 mendatang.
 
Angka 100 merujuk pada jarak terjauh dalam ajang lari yang diinisiasi oleh FOnesSport tersebut,
yakni 100 mil atau 170 km. Selain itu, dilombakan juga nomor 102 km, 70 km, dan 30 km. Hampir
seluruh pelari elit ultra trail Indonesia turun di ajang paling bergengsi di Indonesia yang kerap
dilabeli sebagai “hajinya” para pelari ultra trail itu.
 
Ribuan peserta ini tak lepas dari tren positif perkembangan ultra trail, yang tak hanya di dunia,
tetapi juga di Tanah Air. Sebuah lomba lari lintas alam disebut ultra bila memperlombakan jarak
lari di atas jarak lari maraton atau di atas 42 km. Selain di BTS, FOneSport juga menggelar lari
serupa di Gunung Rinjani, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Salak.
“FOneSport memang mendedikasikan dirinya untuk menggelar lomba lari jarah jauh di
Indonesia. Alam kita itu indah, tak kalah dengan dunia luar dan cuaca kita mendukung,” ungkap
Founder FOneSport Hendra Wijaya.
Lebih lanjut Hendra menuturkan, pada 2013 lalu, peserta BTS Ultra 100 hanya 107 orang.
Mereka yang mendaftar itu tidak otomatis langsung boleh ikut berlari.
 
Mereka harus lolos kualifikasi untuk ikut turun berlari di nomor yang mereka kehendaki. Sebagai contoh untuk bisa
ikut nomor 30 km maka pelari minimal harus sudah pernah finish half marathon 21 km. Setiap
nomor tersebut ada cut-off time (CoT) atau batas waktu maksimal bagi pelari untuk bisa disebut
finisher atau penamat. CoT untuk masing-masing nomor adalah 42 jam untuk 170 km, 32 jam
untuk 102 km, 18 jam untuk 70 km, dan 7 jam untuk 30 km.
 
Peserta start dari View Hotel, Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur.
Peserta (sesuai nomor yang diambil) akan berlari di gigiran Cemoro Lawang. Lalu, turun ke lautan
pasir Bromo dan naik ke bukit B29. Kemudian, menuju Desa Ranu Pane dan masuk ke jalur
pendakian Gunung Semeru mulai Ranu Kumbolo hingga Kalimati.
Selanjutnya, peserta turun menuju ke jalur Ayak-Ayak, Ngadas. Jarak Ijo, Kandangan, Ngawu,
Pananjakan, Jetak, Jemplang, Bromo, dan finish di Cemoro Lawang. Jalur tersebut diberi
pertanda (marking) dan ada marshall (penjaga) di beberapa titik demi keamanan peserta.
“Kami membuka diri dan membutuhkan dukungan semua pihak karena niat kami memang
membuat lomba berkualitas untuk memperkenalkan Indonesia dengan cara lain: berlari,” kata
Direktur Lomba BTS100 Hendricus F Mutter.
 
Lomba ultra trail tentu lebih berat dibanding lari di jalanan datar atau road makanya syarat
kualifikasi dilakukan dengan ketat mengingat keselamatan bersama. Untuk jarak 170 km gain-
nya (tanjakan) 10.000 m, 102 km gain 5.265 m, 70 km gain 3.000 m, dan 30 km gain 1.332 m.
Pelari yang berhasil menamatkan lomba ini akan mendapatkan poin. Di mana poin itu dapat
digunakan sebagai salah syarat untuk ikut lomba lari serupa, yaitu di Ultra- Trail du Mont Blanc
 
(UTMB). UTMB adalah lomba impian bagi pelari trail yang dihelat di Prancis, Swiss, dan Italia.
Tak ada hadiah uang untuk lomba ini. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di
www.btsultra.com.

 
By: #BarefootJogger
 
Bandung, Minggu(13/10) Booth Skolari di Bazaar event ITB Ultra marathon 2019 dipenuhi 80 an peserta lari berjarak total 200 km ini. 
 
Mereka adalah pelari pelari tangguh dari Fortuga (Forum angkatan tujuh tiga)  ITB, angkatan 74, dan 75 yang sudah menjalin kerjasama, pelatihan, dan pendampingan bersama Skolari sejak bulan Agustus lalu. Sungguhlah luar biasa bila dilihat dari usia mereka yang telah di atas 60 tahun, secara relay bisa mencapai jarak 200K ( masing masing peserta menempuh jarak minimal 11,6 K hingga 24 K ) dan dibagi menjadi beberapa grup pelari.
Effort yang mereka lakukan bersama Coaches Skolari di bawah komando Coach Adrie Soetopo tidaklah mudah. 
 
Bisa dibayangkan, tidak seluruh peserta training adalah Pelari, atau setidaknya mereka pernah berlari, mengikuti event lari, namun hanya sekedar berlari. Hal ini tentulah sangat beresiko untuk mengikuti event sekelas ITB Ultra dengan rute dan elevasi yang cukup panjang, landai, dan ekstrim di beberapa rutenya seperti Bogor – Puncak, Cianjur – Padalarang , Cimahi – Bandung. 
 
Training Plan Skolari, diikuti setiap peserta dengan disiplin tinggi. 
 
Memberikan wawasan dan pengetahuan soal lari, evaluasi Running Form, Pendekatan untuk berlari dengan Low heart rate, melatih MAF ( maximum aerobic Function ) hingga mempelajari riwayat kesehatan tiap peserta dilakukan secara detail. Tujuannya Zero Mistake untuk tiap individu yang akan mengikuti event ITB Ultra Marathon sejak hari Jumat hingga Minggu kemarin. 
 
Satu yang jadi kunci penting dan arahan Coach Adrie adalah “memainkan” heart rate secara benar, dan terukur, ( disesuaikan dengan usia dan trek record kesehatan peserta ) sehingga fungsi aerobic saat berlari dapat lebih efisien, menghindari kelelahan berlebih dan Finish Strong. 
 
Alhamdulillah, 
 
Seluruh pelari alumnus ITB yang melakukan Training Plan berhasil finish dengan sehat, happy, dan yang terpenting adalah Injury Free. Usai lari mereka bisa tertawa, share pengalaman berlari mereka, dan melakukan konsultasi pasca race bareng Coach Adrie di Booth Skolari ITB Ultra 2019. 
 
Bagi Skolari, khususnya untuk para Coaches, ini adalah sebuah achievement yang tidak bisa terbayarkan dengan apapun. 
Dan ini adalah bukti Pelayanan dan pendampingan secara menyeluruh yang dilakukan Skolari telah membuahkan hasil yang membahagiakan. 
 
Bravo dan Sukses untuk Skolari. #runningissharing #runningisblessing
 

 
Naskah: Gia Putri/Purnomo Foto: Istimewa
 
Lari merupakan olahraga yang cukup populer di semua kalangan, mulai dari muda, tua, pria, maupun
wanita, banyak yang melakoninya. Pasalnya, selain murah meriah, olahraga ini juga sangat mudah
dilakukan. Namun, ternyata tak semua olahraga lari sesederhana itu loh! Ada beberapa lomba lari yang
terbilang cukup ekstrem juga membutuhkan mental dan fisik yang kuat sehingga tak semua orang bisa
melakukannya.
Marathon Des Sables (MDS), misalnya. Turnamen ini diadakan di Gurun Sahara, Maroko Selatan. Ajang
tersebut menyuguhkan tantangan ekstrem lantaran pelari harus berhadapan dengan suhu yang bisa
berubah drastis. Saat siang hari mencapai 40 derajat dan malam dapat turun menjadi 5 derajat.
MDS atau yang juga dikenal sebagai Sahara Marathon adalah ultramarathon enam hari berjarak 251 km.
Sehingga, ajang multiday yang digelar setiap tahun ini disebut sebagai balap kaki terberat di Bumi.
MDS digagas oleh promotor konser Perancis, Patrick Bauer yang pada tahun 1984 melintasi gurun
Sahara dengan berjalan kaki sendirian. Ia menempuh jarak 350 km (214 mil) selama 12 hari tanpa
bertemu satu oasis atau komunitas gurun di sepanjang jalan. Dua tahun berselang, tepatnya pada 1986,
MDS pertama dijalankan. 23 pelari berpartisipasi dalam lomba tersebut. Kala itu, Bernard Gaudin (pria)
dan Christiane Plumere (wanita), asal Perancis, berhasil menjadi pemenang.
Pada 2009, lebih dari 1.000 pelari berpartisipasi dalam acara tersebut dan asosiasi Solidarité Marathon
des Sables dibentuk. Tujuannya adalah mengembangkan proyek untuk membantu anak-anak dan
populasi yang kurang beruntung dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta pembangunan
berkelanjutan di Maroko. Pada 2017, dua acara MDS digelar di tahun yang sama untuk pertama kalinya,
yakni Half MDS di Fuerteventura, Kepulauan Canary (September), dan MDS di Peru (November).
Pada 2018, lomba ini untuk ke-33 kalinya kembali dihelat di dekat Merzouga, Maroko selatan, sebanyak
ribuan peserta dari 50 negara di dunia mengikutinya. Lomba tersebut terbagi menjadi beberapa
kelompok. Kelompok usia 40-49 adalah yang paling populer karena termasuk golongan paruh baya
dengan 349 pria dan 72 wanita mengikuti lomba ini.
Berikutnya kelompok 30-39 dengan 225 laki-laki dan 58 perempuan. Yang mengejutkan ialah kelompok
50-59 berada di posisi ketiga dengan perpecahan masing-masing 177 hingga 37 pria dan wanita. Pelari
termuda dalam kejuaraan itu adalah Ali Zaghloul (17 tahun), pemuda Maroko tahun yang didukung di
sepanjang rute oleh ayahnya, Mehdi. Sedangkan, wanita termuda adalah Sally Wellock (23 tahun) dari
Inggris.
Sementara, Perancis menerima penghargaan tertinggi untuk pria tertua yang telah menyelesaikan MDS
ke-12, yakni Jean-Claude Raymond (80 tahun). Sementara, wanita tertua adalah Philippa Lloyd (69
tahun) dari Inggris.
 
Tips untuk Melakukan MDS
 
MDS adalah salah satu tantangan epik seumur hidup. Perlombaan bertingkat yang melintasi gurun
Sahara selama 6 hari. Pelari harus membawa makanan mereka sendiri, peralatan tidur, dan semua yang
mereka butuhkan saat berada di gurun. Berikut tips dari salah satu pelari MDS Kristian Morgan dalam
menjalani olahraga tersebut:
 
Light Pack
Bertujuan untuk membuat paket lari Anda seringan mungkin. Aturan MDS menyatakan minimum 6,5
kilogram dan maksimum 25 kilogram. Berat ini tidak termasuk air dalam botol Anda jadi pastikan untuk
mengizinkannya. Percayalah, paket ringan akan lebih baik daripada yang berat.
Dapatkan KIT yang Tepat
Tentukan sejak awal kit apa yang akan Anda bawa dan latih mengenakannya selama pelatihan. Jangan
datang ke Maroko dengan peralatan baru yang belum teruji karena bisa menyebabkan peradangan,
lecet, atau Anda mungkin tidak suka rasanya.
Jadilah Panas yang Diakui
Ingat ini adalah balapan melintasi padang pasir dalam kondisi yang sangat panas. Anda akan lebih siap
jika Anda menjadi panas teraklimatisasi.
Pilih Makanan yang Tepat
Tentukan makanan apa yang akan Anda makan dan ujilah sebelumnya. Anda tidak ingin berada di
padang pasir serta menjadi sakit karena perut Anda tidak menyukai makanan yang dibawa, kan?
Bergabung dengan Halaman MDS Facebook
Bergabunglah dengan halaman Facebook Marathon Des Sables, dengan cara ini Anda dapat me-posting
pertanyaan dan dijawab oleh pelari lain yang telah mengikuti MDS dan berhasil menyelesaikannya. Anda
juga dapat membuat beberapa teman dan dapat bertemu sebelum MDS untuk menjalankan pelatihan.
Gaiter
Dapatkan pelindung kaki yang baik untuk pelatih Anda. Beberapa orang di perlombaan MDS tidak dapat
menyelesaikan karena kaki mereka menjadi sangat melepuh sehingga mereka bahkan tidak bisa
berjalan. Menggunakan jahitan pada metode velcro dan itu berhasil. Gabungkan ini dengan sepasang
pelindung kaki raidlight. Jahitan dilakukan secara profesional oleh Penjahit.
Pengetahuan Kursus
Setiap tahap, Anda perlu tahu waktu cut off sehingga Anda bisa tetap terdepan tidak didiskualifikasi.
Banyak orang setiap tahun gagal menyelesaikan MDS, ini salah satu alasan utama. Juga baik untuk
mengetahui jarak yang akan ditempuh setiap hari, Anda akan lebih siap secara mental.
Semoga beberapa tips di atas bisa membantu jika Anda ingin menjajal lomba maraton terepik di dunia
ini. Semoga beruntung

 Alam Sutera BSD (29/9)

By: #BarefootJogger

 

Yulinda, asisten coach Skolari, berhasil naik podium di ajang Herbalife Run 2019 yang berlangsung di Alam sutera BSD. Jarak yang diambil adalah short run 5K. 

Bukan tanpa perjuangan untuk jadi pemenang di event lari yang diikuti 3500 an orang peserta ini. Rute lari yang didominasi flat road ini tentunya membuat sebagian peserta ingin melakukan "Tarkam" , sebuah istilah yang nge-pop buat pelari jarak pendek untuk gaspol dari start hingga finish. 

Toh, pada akhirnya kesabaran, teknik berlari dan efek baik dari latihan teratur bisa terbukti disini. Yulinda berhasil naik podium setelah finish ketiga di kategori wanita dengan catatan waktu 31 menit. 

Selamat buat Yulinda dan alyaws be better runner with Skolari #runningissharing

Sentul/BSD (29/09) 

By: #BarefootJogger

Kabar menggembirakan datang dari 2 event lelarian Minggu (29/9). 2 Skolarist mencetak prestasi bagus di Highlands Half Marathon (HHM) 2019 dan Herbalife Run 2019. 

Yang pertama O'niel berhasil meraih PB nya buat jarak 21K ( Half Marathon ) dengan waktu 1 jam 56 menit di event Sentul Highlands Half Marathon, dan yang kedua Achmad Sofyan yang juga meraih waktu terbaiknya di Herbalife Run untuk jarak 21K yaitu 1 jam 56 Menit.

2 Skolarist ini, memiliki sifat dan level kedisiplinan yang sama saat berlatih bersama Skolari. Keduanya bisa dibilang adalah "Humble" Runner yang terus berbagi pengalaman berlarinya saat berlatih di hari Kamis dan Sabtu yang jadi ritual latihan rutin Skolari di Gelora Bung Karno (GBK) 

Achmad Sofyan yang juga Assistant Coach di Skolari, selalu melakukan coaching soal pentingnya warming up, cooling down, hingga teknik berlari yang benar untuk para peserta latihan. Sementara O'Niel tetap mengikuti latihan sesuai porsi di menu latihan Skolari, dan disiplin mengerjakan tugas yang diminta oleh coaches Skolari. 

Kedisiplinan disertai "right attitude" 2 skolarist ini patut ditiru, hingga hasil yang baik pun akan bisa dicapai. Tidak harus instant, namun bertahap, ikuti arahan skolari coaches, tentunya semua akan indah pada waktunya. 

So, be better runner with Skolari. 

 

Shopping Cart

x
 x 

Cart empty