By: Rinaldi Usman (Founder Skolari)
 
“What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.” Gandhi
 
PENGUASA VS PEMELIHARA ALAM
Pandemi ini tidak terjadi begitu saja sebagai sebuah keniscayaan. Ia terjadi sebagai dampak dari prilaku manusia yang selama berabad-abad menempatkan dirinya sebagai penguasa alam semesta. Penguasa yang selalu merasa mampu  mengatur, mendapatkan,memiliki dan memakan apapun yang ia kehendaki. Tidak sadar kebutuhannya bergantung pada kelestarian alam semesta......udara, air dan tanah. Bayi yang lahir akan mati seketika tanpa adanya oksigen. Tiada kehidupan tanpa adanya air. Tanpa tanah manusia tak ada tempat berpijak. Namun pernahkah kita sebagai manusia memikirkan kebutuhan udara, air, tanah ? Egoisme adalah karakter manusia dalam hubungannya dengan alam semesta. Di sinilah sumber segala bencana termasuk wabah penyakit yang kita alami saat ini. Jika (sampai saat ini tak ada bantahan) memakan kelelawar adalah penyebab lahirnya virus COVID 19 ini, hal ini membuktikan betapa abainya manusia terhadap tanda-tanda alam semesta. Kelelawar hidup dan keluar sarang hanya pada malam hari ketika manusia tidur. Kelelawar hidup di gua-gua gelap yang tidak dapat dijangkau manusia. Kelelawar  terbukti membawa infeksi berbahaya termasuk virus. Selain itu, penelitian juga menunjukan bahwa kelelawar juga menjadi induk bagi virus, seperti Ebola dan Nipah (National Geographic Indonesia 13 November 2018). Dengan demikian seharusnya kedua makhluk ini tidak dipertemukan dalam satu kesatuan waktu. Namun apa yang manusia perbuat ? Manusia tetap mencari yang bukan untuknya dikonsumsi. Eksplorasi terhadap sesuatu yang seharusnya tidak disentuh dan ditemukan. Semua terjadi karena kegagalan manusia untuk memahami dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dari alam semesta beserta isinya. Sebagai bagian dari mekanisme alam seharusnya manusia menjadi pemelihara kehidupan alam bukan penguasa alam.
 
 
 
KEHIDUPAN TERBALIK ; KUDETA ALAM
Tidak pernah kita bayangkan seluruh tempat ibadah  kosong tanpa jemaat. Tempat wisata ditutup untuk umum. Hotel tak berpenghuni. Pusat perbelanjaan tak dapat dikunjungi. Perkantoran sepi. Penerbangan dari dan ke dalam dan luar negeri ditunda. Event launching ditiadakan. Event olahraga dibatalkan. Kegiatan kampus dan sekolah dibekukan. Tiada manusia berlalu lalang di jalanan . Sebaliknya sempat terjadi hal yang amat menakjubkan di langit Jakarta, langit begitu cerah menampakkan awan bergulung-gulung. Pemandangan gunung Salak dan Gede nampak di kejauhan dari Tanah Abang. Di India untuk pertama kalinya muncul jenis kadal  yang  telah lama dianggap punah. Di Australia Kangguru berjalan santai di jalan raya. Domba berkeliaran di jalanan Inggis dan Turki. Dunia menjadi bersih tanpa polusi. Dunia terbalik ; manusia di kandang, hewan berkerumun di jalanan. Covid 19 menyadarkan kita bahwa selama ini ternyata kita yang menjadi “virus” buat mereka. Bahwa hewan dan alam semesta terganggu dengan kerumunan manusia. Padahal kerumunan adalah cara hidup, kebiasaan dan tujuan manusia. Nyaris manusia tidak dapat melakukan apapun tanpa kerumunan. Ibadah, berpergian, sekolah, olahraga dan liburan semua  berjalan dalam format kerumunan. Kini kita diajarkan suatu prinsip terbalik “Berkerumun kita runtuh, berpisah kita utuh”. Covid 19 tak bisa dilawan. Dan untuk sesuatu yang tidak bisa dilawan kita harus beradaptasi . Pilihannya adalah “adapt or perish”.
 
“It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent; it is the one most adaptable to change.” — Charles Darwin
 
ADAPTASI DIRI
Hampir semua negara yang telah menerapkan lockdown perlahan tapi pasti merelaksasi aturan ditengah-tengah keadaan pandemi yang masih berlangsung dan vaksin antivirus belum ditemukan. Satu-satunya jalan untuk tetap hidup adalah dengan mengikuti protokol kesehatan ; menghindari kerumunan, masker, cuci tangan dan menjaga jarak dalam setiap suasana dan keadaan. Jika lalai maka kita akan menjadi makhluk yang paling berbahaya dan membahayakan orang lain. Kehidupan kita ke depan adalah kehidupan membatasi diri dan keinginan. Hidup berdampingan dengan “bahaya” yang selalu mengintai.
Sebagaimana kehidupan manusia purba zaman dahulu di tengah hutan, hidup kembali berdampingan dengan alam. Kita bukan lagi penguasa tapi kita bisa memilih untuk menjadi pemelihara alam semesta. Biasakan diri agar semesta tetap mendukung keberadaan kita.
 

Jakarta 160520

By; Chaidir Akbar ( Triathlon Buddies ) 
 
Kita telah melewati beberapa fase pemahaman akan pandemik yang telah terjadi :
 
1. Fase ketakutan dimana segalanya serba tidak jelas dan action yang kita ambil adalah diam dan menstabilkan anarki, mempelajari situsi dan mulai membentuk struktur latihan yang bisa dilakukan.
 
2. Fase selanjutnya ketika pengetahuan mulai bertambah dan informasi yang diterima semakin banyak, action nya adalah beradaptasi dengan training dan mengatur mindset training, di periode ini kita menemukan bentuk-bentuk latihan baru di rumah, munculnya challenge dan mulai hadirnya virtual race.
 
3. Fase ketiga ketika kita mulai memiliki HARAPAN bahwa kabut pandemi ini akan pergi dan kita mulai yakin bahwa race dan event akan terjadi bisa di akhir tahun ini atau di tahun depan.
 
Kita gak akan pernah tau apa yang terjadi dengan virus dan juga tidak ada kepastian dengan race, namun kita bisa kembali ke hal yang pertama kali membawa kita ke olahraga “The Why?” 
Saya yakin waktu kita mulai olahraga, kita bukan olahraga untuk ikutan race, kita olahraga untuk mencari inner peace, melepaskan stress, kontemplasi diri, membangun jiwa dan raga yang sehat dan menjadi “The Best Version of Ourself”. 
 
Adalah sebuah pilihan yang jelas bagi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik walaupun di depan kita ada ketidakpastian. Manusia tidak tau hidup setelah kematian akan seperti apa, seingat saya tidak ada kerabat saya yang wafat kemudian kembali ke dunia untuk menceritakannya. Dengan keyakinan,  kita tetap menanam budi baik selama di dunia karena dalam perbuatan tersebut ada pengharapan.
 
Jika kita terus berlatih saat ini maka outputnya di akhir tahun 2020 akan terjadi dua hal :
 
1. Races Terjadi :  Jika akhirnya terdapat race di akhir tahun maka benih yang ditanam sekarang dengan tetap training akan menuai hasil, kita akan jadi orang yang paling siap di start line. Saya yakin akan banyak pemecahan personal best, performance terbaik akan terjadi ketika kita siap. Ini akan menjadi skenario terbaik di tahun penuh tantangan.
 
2. Race tidak terjadi di 2020:  Jika ini skenario yang terjadi, usaha yang sudah kita lakukan tidak akan sia-sia, ingat dengan “The Why” maka di akhir tahun kita akan menjadi “the better version of ourself”.
 
Bagaimana dengan 2021? 
Kita perlu menanam keyakin bahwa 2021 race akan terjadi oleh karena itu tetaplah berlatih.
 
Pertanyaan yang muncul dari sesi sharing bersama @skolari.id jadi bentuk latihan untuk memaksimalkan performance seperti apa?
 
1. Ketika kita kembali memulai olahraga maka konsep trainingnya yang bersifat Low stress dalam porsi yang tepat untuk menjga kewarasan. Secara teknis sasaran training untuk meningkatkn efisiensi, strength dan mobility training : Running drill, Plyometric, Core Exercise, Functional Strength dll.
 
2. Shifting menuju race (yang mungkin terjadi mungkin tidak!) : menambahkan Tempo Intervals dibawah atau sedikit diatas threshold, Strength-Endurance dan Hill Work, mulai menambahkan durasi training untuk membangun resilience, terus mempertahankan kebiasaan strength & conditioning yang sudah terbentuk rutin. 
 
Pegang prinsip Polarisasi Training, dominan di intensitas rendah dan sedikit porsi intensitas sedang dan tinggi, 80-20 adalah komposisi yang baik sebagai acuan. 
 
Kondisi ini tentu tidak ideal bagi setiap orang, minggu lalu saya mengikuti sebuah virtual race sepeda berupa Team Time Trial yang terdiri dari 5 orang dalam sebuah team, kami berlaga secara virtual di rumah masing-masing menggunakan apliksi @gozwift di dalam team kami profesi setiap orang berbeda-beda, salah satunya adalah dr @risayogi seorang dokter, namun dengan memiliki misi yang sama dalam berlatih menuju race pada saatnya dia bisa mengeluarkan performa terbaik sepanjang sejarahnya bersepeda. 
 
Chaidir Akbar

10 Juni 2020

By: Gungun Heryanto (Running Enthusiast)

Bagi saya New Normal itu semacam paradigma untuk membuat kita "nyaman" dalam menghadapi sekaligus berdampingan dengan ketidakpastian. Pandemi Covid - 19 entah berakhir kapan. Satu yang pasti, kita mesti mensyukuri dan menjaga anugerah kesehatan yang ada pada kita. Mensyukuri dengan tanggung jawab, bahwa perlu ada upaya menjaga imunitas kuat di tubuh kita. Disitulah arti olahraga menjadi sangat berharga. 

Berlari bukan untuk ikut ikutan tren zaman. Berlari juga bukan cara untuk ugal ugalan mengumbar kekuatan. Berlari adalah perayaan kegembiraan sekaligus menjaga ritme keseimbangan gerak dalam kehidupan. Jagalah sehat sebelum sakit. Karena penyesalan tak akan pernah datang duluan. New Normal bukan sesuatu yang membebanti, melainkan sesuatu yang mesti dimaknai, diadaptasi, dan dinikmati. 

Rayakan kebebasan berpikir dengan buku, Rayakan kebebasan bergerak dengan berlari, Rayakan kebebasan bermanfaat dengan berbagi. Always #BBB

By: Rinaldi Usman
 
1. Membantu membangun jaringan sosial (social safety net) bagi korban terdampak sehingga mereka tidak “jatuh”
2. Menjadi contoh agar orang/kelompok lain ikut bergerak berbagi sehingga jangkauan pertolongan semakin hari semakin luas
3. Menggerakkan sel2 mati dalam tubuh kita sehingga kita kembali “hidup” sebagai “social human being” yang membawa manfaat pada sesama
4. Sebagai suatu gerakan yang membuktikan kepada dunia bahwa, “kebaikan ada dimana mana”
Ujung-ujungnya semua berbalik kepada kesehatan lingkungan, fisik dan jiwa kita sendiri.
 
Apakan New Normal itu ?
 
Dasarnya ada 2
1. Kesadaran bahwa kehidupan, kesehatan lahir bathin adalah harta yang paling utama
2. Pilihan ada pada kita. Mau hidup sehat atau hidup berat
 
Hidup Sehat
1. Bersyukur atas hidup, kesehatan , cinta dan harta yang dimiliki
2. Tidak mengejar harta lebih daripada cukup atas kebutuhan azazi yang sehat dan sederhana (sandang pangan papan). 
3. Keseimbangan membagi waktu dalam aktivitas bekerja yaitu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri, bekerja sukarela untuk kemaslahatan masyarakat , istirahat dan olahraga
4. Menjadi sahabat alam semesta. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, banyak berjalan dan bersepeda. Aktif mengurangi sampah dan polusi
5. Aktif bergerak dan berbagi dalam gerakan penghijauan dan pencinta satwa
 
Hidup Berat
1. Selalu merasa kurang, kurang dan kurang dalam kepemilikan
2. Bekerja mengejar harta kekayaan dan ambisi terus menerus tidak berkecukupan
3. Tidak memiliki waktu untuk bekerja sukarela untuk masyarakat, beristirahat yang cukup, dan berolahraga. Hidup bagai mesin pencetak uang yang tidak berkesudahan
4. Tidak perduli terhadap kemaslahatan alam semesta beserta isinya
5. Menggunakan kendaraan bermotor terus menerus sehingga berkontribusi terhadap timbulnya polusi dan kerusakan alam
 
Hidup sehat akan selamat dan menyelamatkan bumi, hidup berat akan sekarat dan membawa banyak mudharat bagi alam semesta
 
Hidup Sehat = Surga Dunia, Hidup Berat = Neraka Dunia
 

It is not the strongest or the most intelligent who will survive but those who can best manage change -Charles Darwin-

By: Rinaldi Usman
 
Setelah Ribuan tahun......
1. Setelah ribuan tahun manusia menguasai, sekarang manusia dikuasai
2. Setelah ribuan tahun manusia meletakkan hewan dalam kandang, sekarang manusia dilockdown
3. Setelah ribuan tahun manusia bertebaran di muka bumi sesuka hati, sekarang manusia tak bisa berkelana dan jumpa sesama.
4. Setelah ribuan  tahun bumi dan alam semesta hutan belantara tak bebas tumbuh karena kebutuhan manusia, sekarang tak ada yang mengganggu kehidupan rimba raya.
5. Setelah ribuan tahun manusia berfikir sebagai tuan atas alam raya, sekarang alam raya yang mengatur hidup manusia.
6. Setelah ribuan tahun cinta pada sesama dan alam semesta kehilangan makna. Sekarang hanya cinta yang menjadikan manusia memiliki asa
7. Setelah ribuan tahun harta adalah panglima bagi manusia. Sekarang bahkan berapapun harta tak dapat menyelamatkan nyawa
 
Peradaban manusia menjadi kembali selaras dengan semesta. Karena pada dasarnya seluruh semesta pun hidup seperti manusia. Mohon Mestakung #Semestamendukung
 
What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.” Mahatma Gandhi
 
Pandemi
 
Bencana di satu sisi, berhentinya sejenak eksploitasi dan polusi di lain sisi. 
Mengajarkan umat manusia bahwa :
penumpukan modal, ketamakan, berlomba memperkaya diri sendiri
tak ada artinya
Dibanding 

Kesehatan, kemanusiaan, solidaritas, saling berbagi .....

Congrats yaa buat Pak mutesa dan Ka Myta.. Sebagai Murid terbaik Kelas BFI!! You Rocks!
Seperti biasa, Skolari selalu mambuka kelas khusus atau disebut kelas Training Plan.. Dimana untuk race-race tertentu dibuatkan kelas khusus buat para peserta, dimana masing2 coach yang menjadi leader nya menyiapkan program atau saya lebih suka menyebut nya “Menu Latihan”.. Dimana dari menu-menu terbaik tersebut akan melahirkan cerita manis untuk setiap race yang akan diikuti oleh teman-teman semua. Dan saya biasanya untuk setiap kelas Latihan pada saat program berakhir akan mengumumkan The best student dan untuk penyemangat ada reward nya buat para pemenang. Tapi untuk kelas BFI ini Kami sangat susah menentukaj pemenang, karena semua nya rajin, konsisten, disiplin dan lucu-lucu ahahahhahahaha.. Walopun BFI sudah diumumkan batal tapi tetap aja semangat latihan. AWESOME!!

Solidaritas Skolari
 
Dari kebersamaan latihan berlari, kini saatnya bangun solidaritas berbagi
 
Di tengah-tengah kondisi bangsa yang sedang prihatin karena virus Corona, marilah kita bergandengan tangan untuk meringankan beban saudara2 kita para pekerja harian yang terimbas karena sepinya orderan. Antara lain, pengemudi taksi, driver ojol, pedagang kaki 5, pemulung dan lain sebagainya.
 
Bagaimana caranya ?
Dengan menyumbangkan sebagian rizki kita melalui Skolari untuk diolah menjadi makan siang, ataupun bahan pokok yang berupa :
1. Beras
2. Gula
3. Minyak Goreng
4. Korned/Sarden
5. Kecap
 
Sebagai informasi, Skolari bekerjasama dg home catering yang juga terkena imbas dari sepinya order karena dampak virus corona utk menyediakan mengolah dan mendistribusikan paket makan siang ini dengan harga Rp 30ribu/ paket. Kami berharap bisa membagikan min 50 paket per harinya utk saudara2 yg membutuhkan.
 
Akan dibagikan atas nama Solidaritas Skolari. Kita akan mulai pembagian Hari Jumat 3 April 2020, sehingga utk pengolahan sumbangan batch 1 kami tunggu sampai Kamis 2 April 2020 jam 18.00 wib.
Untuk kawan-kawan yang ingin berpartisipasi silahkan transfer ke :
 
Riski Sinar Respati
Norek : 0700145079900 CIMB Niaga 
 
Bukti transfer mohon dikirimkan ke Ricky +6281779941287
 
Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi:
Eldi/ Kiki/ Hetti
 

From #runningisblessing #runningissharing to #lifeisblessing #lifeissharing

Skolarist, Please Klik link dibawah ini 

Special Courtesy to NarasiTV 

https://www.youtube.com/watch?v=AhFMh0ikqTs

https://skolari.id/video/video/21-konser-musik-dirumahaja.html

 

Ini dari kami untuk kamu semua. Kamu yang memilih #dirumahaja untuk melawan virus corona. Khususnya, untuk kamu yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Kita sama-sama berjuang menjaga rumah kita.⁣⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Ini adalah bagian dari rangkaian Konser Musik #dirumahaja mulai tgl 25-28 Maret 2020, suatu kolaborasi bersama untuk penggalangan dana membantu penanganan Corona. Sejumlah musisi di video ini akan live perform dari rumah masing-masing secara bergantian, sembari mengajak kamu untuk ikut berdonasi lewat @kitabisacom.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Waktunya saling menguatkan sambil saling menghibur. Info detil soal Konser Musik #dirumahaja akan segera kami bagikan. Kesempatan donasi sudah terbuka di laman https://kitabisa.com/konserdirumahaja.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Karena hari-hari ini, soliter adalah solidaritas.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Dipersembahkan oleh @narasi.tv bersama musisi-musisi tanah air: @achmadalbar.official, @ari_lasso, @aldymldni, @duniamanji, @andienaisyah, @tantrisyalindri, @aurelie, @yurayunita, @tulusm, @endahwidiastuti, @raisa6690, @leasimanjuntakofficial, @dirasugandi, @bektigautamaofficial, @vidialdiano, @afgansyah.reza, @itsrossa910, @arielnoah, @winkywiryawan912, @fishgod, @ridho_hafiedz, @dr_tompi, @asty_ananta, @glennfredly309, @armandmaulana04, @bebi_romeo, @stevi.item, @cholil, @kuntoajiw, @yunishara36, @anggun_cipta, SABA, @widimulia & The Sasonos, @fiersabesari.⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣

#RumahKita #bergerakdari #Narasi

By: Adrie Soetopo (Coach Skolari)

Dear all utk latihan TP SHTR saya infokan akan mengikuti arahan utama dari Skolari, yaitu kita semua berlatih /workout from home. Menu & review akan tetap saya berikan, mohon berlatih sesuai menu sampai nanti keadaan secara umum dinyatakan aman bagi semua orang.

Latihan olga di ruangan terbuka lebih dianjurkan drpd dlm ruangan. Saran saya teman2 cari tempat yg kira2 dkt dgn rumah & bisa dipakai utk berlatih, jd gak perlu hrs ke GBK atau tempat olga umum lainnya.
Walau kontaminasi virus tidak  melalui udara tapi kita kan gak tau selama dlm perjalanan ke tujuan gimana.  Dan resiko lebih besar jika menggunakan transportasi unun dan fasilitas publik seperti tangga berjalan, lift, ataupun toilet. 
Yang kayak gini kita ga bisa kontrol, so better ambil sikap preventif aja utk kebaikan bersama, terutama keluarga.

Demikian teman2 semua, terima kasih utk pengertiannya. Keep healthy & fit, positive, Tuhan berkati??

#faithtoverfear
#fightoverfear

Hai gaes……
Work from home  bukan berarti santuy
Disiplin kerja dan olah raga itu yang utama. 
Sementara kita tak jumpa, work out dari rumah ya. Coach tetap memantau kalean semua
.
.
Nggak ada coach lalu nggak latihan?
Noooooo!
Kamu kudu tetap rajin. 
Coach kesayangan bakal share menu-menu yang bisa dilakukan sehari-hari di rumah.
Pantengan IG kita ya. 
Jangan kemana-mana!
.
.
Siap-siap posting latihan kalian di IG story dan menangkan hadiah menarik dari Skolari. Ingat! Virus apapun takut sama orang sehat! 
Tetap berlatih, kalahkan virus dengan kesehatan paripurna!
.
.

#skolarionlineclass #skolaridirumahaja #skolarilatianonlen #trainingfromhome #runningissharing #runningisblessing #skolari #skolarirunningdigital

Masih ingat dengan Lukman Tedji? Pria berusia 64 tahun yang juga aktif berlatih bersama Skolari ini pernah menuliskan resep bugar di usia 60 tahun dengan berlari dan bersepeda di blog website skolari.id https://skolari.id/blogs/21-hidup-sehat-tanpa-obat,-berlari-marathon-di-usia-60-an.html

kabar menggembirakan kembali diterima Skolari hari senin kemarin. Lukman Tedji berhasil jadi pemenang pertama (first winner) Palembang Triathlon yang berlangsung Minggu (23/2) untuk kelas individual standard race, kategori 60 tahun. Bukan "kaleng-kaleng" perjiuangan yang harus dilakukan Lukman. Di kelas Standard Race, ia harus berenang sejauh 1500 meter, Bersepeda 44 kilometer, dan berlari 10 kilometer. Pria pensiunan PT Caltex/Chevron Pacific Indonesia ini berhasil menyelesaikan seluruh jarak ini dengan catatan waktu kurang dari 4 jam (3.59..17). Catatan waktu ini juga sekaligus memperbaiki waktu yang diraih di event yang sama tahun lalu. 

Selamat untuk Bapak Lukman Tedji. #runningissharing #runningisblessing #skolari

Connect and Chat with Skolari via website in just One Click!!!

Greetings to all Skolarist,
Untuk memudahkan komunikasi jual beli merchandise, Training Plan dll, sekarang sdh bisa langsung chat WA via Website ya. Tinggal klik icon WA di kanan bawah, langsung tersambung dgn nomer Skolari

Caranya mudah:
1. Buka Website skolari.id
2. Klik icon WA di kanan bawah
3. Start chat with Skolari.

Selamat Mencoba... 

By : Adrie Soetopo  (Coach Skolari)

Acara Faith Over Fear #bincangsehatditaman yg diprakarsai RS MMC menjadi sebuah media efektif bagi masyarakat utk mengetahui lebih jauh ttg penyakit kanker yang saat ini menjadi penyakit nomer 2 di dunia terbanyak memakan kurban.
Dokter2 yang menjadi nara sumber acara ini adl dokter2 muda MMC spesailis  kanker, khusus nya kanker usus besar & kanker payudara.
Selain itu hadir pula mas Indro Warkop & anaknya mbak Hada untuk berbagi bagaimana sebuah keluarga bersikap dalam menerima anggota keluarga yg terkena kanker. Skolari diundang sbg salah satu nara sumber agar masyarakat lbh mengerti pentingnya olahraga & hidup sehat sebagai salah satu cara mencegah kanker.

Kanker adl penyakit yang bisa menjangkit pada setiap orang, tidak pandang gender maupun usia. Tetapi bukan berarti harus ditakuti dan menganggap semuanya berakhir saat kita divonis, tetapi bagaimana kita menghadapinya, fight over fear...dan lebih dini lagi adl bagaimana mencegahnya. Kanker bukan penyakit yang pasti akan berujung pada kematian karena banyak kasus juga yang berujung pada kesembuhan si pasien.

Mencegah lebih baik drpd mengobati, kalimat bijak ini sangat sulit untuk dijalankan karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam melihat penyakit kanker. Ada beberapa point penting yg hrs diperhatikan:

1.      Mulai dgn pola hidup sehat sedini mungkin, pola makan yg baik, nutrisi sehat, olahraga cukup, stress management, istirahat cukup.
2.      Periksakan diri secara berkala ke dokter, tidak selalu setelah ada benjolan yg tidak umum di bagian tubuh
3.      Periksakan diri jika ada penyakit umum yang tidak sembuh2, seperti batuk.

Hidup mati seseorang sudah dalam takdir Allah, tinggal kitanya bersikap dalam mengisi waktu yang diberikan Nya. Untuk menghindari kanker mari kita lakukan apa yg memang sudah seharusnya… menjaga pola makan sehat, pola hidup sehat & seimbang, sikap positif, & konsisten berolahraga.

Salam sehat selalu untuk kita semua???

Skolari memiliki misi untuk mengajak semua kalangan berbagai usia untuk dapat berlari dengan benar, dan sehat. Untuk itu Skolari memiliki program terencana di tahun 2020, yang jadi acuan bagi Skolarist dalam mengikuti latihan reguler Skolari tiap hari Kamis (18.30-20.30 WIB) dan Sabtu (6.30-8.30 WIB)

3 Kelas Pelatihan Gratis Skolari adalah: 

1. Novice

2. Intermediate

3. Advance 

 

  • Kelas Novice, 

Bertujuan untuk memberikan pengenalan dasar (basic), berlari dengan benar, yaitu teori dan praktek Running Form, ABC (Athletic Basic Coordination) Drill, serta Ladder training di hari Kamis, sementara di hari Sabtu menunya adalah MAF (Maximum Aerobic Function), Strength, Hill Running, Recovery Run (Zona3)  dan Easy Run. 

"No Need for Speed" untuk kelas Novice. Tujuan training adalah untuk perbaikan Running form (Kamis) dan endurance (Sabtu) buat Skolarist yang baru bergabung dengan Skolari. 

  • Kelas Intermediate

Fokus latihan adalah untuk memperkuat endurance Skolarist, Selain ABC Drill, Strength (Core dan Lower) serta tambahan interval dan tempo run untuk mengasah speed dan endurance, Agility stair training untuk melatih daya tahan, kelincahan dan ketangkasan skolarist saat berlari, ditambah menu endurance lainnya yaitu Circuit Training, Long Run, MAF to Hills, dan easy Run (Zona 3) 

  • Kelas Advance 

Latihan akan fokus untuk mempertajam endurance dan speed Skolarist. Jenis latihannya adalah Interval, Freeletics, Strength (Core+Lower),Strength Flexibilty, Circuit Training, Jog Stride, Fartlek dan Tempo Run. 

Seluruh program latihan akan dikawal dan diawasi oleh All Coaches, All Assistant Coaches dan Pengurus Skolari.

Selamat Berlatih, Be healthier, and wiser Runner with Skolari 

Follow IG @skolari.id untuk detail latihan per minggunya. 

 

 

 

 

 

The Greatest Wealth is your Health

Skolari berkomitmen dan mempunyai misi untuk melayani pemeliharaan kekayaan kesehatan anda dengan cara berlatih lari gratis agar anda dapat tetap sehat, berlari dengan benar dan bahagia.
Sebelum berlatih “listen to your body”. Pastikan  anda dalam keadaan sehat dan siapkan dengan seksama. Jangan memaksa diri berlatih hanya karena euphoria padahal tubuh anda sedang membutuhkan istirahat. Hal ini dapat mengakibatkan hasil yang fatal dan kami tidak menginginkan hal ini  terjadi. 
Silahkan terus manfaatkan pelayanan kami, perhatikan kesehatan diri dan tetap dalam satu misi #runningisblessing #runningissharing

Everything in life is about sharing; 

it is part of human condition.

~Paulo Coelho

Ketika setahun lalu Skolari didirikan, para pendiri berkeyakinan bahwa langkah kecil ini akan membawa perubahan besar bagi semua yang terlibat di dalamnya. 

Para pendiri, pelatih , pengurus dan semua yang berlatih bersama Skolari.

.

Setahun lewat sudah. Melewati ribuan kilometer latihan berlari dan race bersama di berbagai medan. Keyakinan kami tak berubah, bahwa berlari tanpa kebersamaan dalam berlatih bersama bukan hanya hampa tapi dapat membuat celaka.

Ribuan kilometer pelayanan terhampar di depan mata. Niat dan nyali kami menyala-nyala untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat Indonesia dengan sempurna, agar dapat berlari dengan benar-sehat-bahagia. .

Teriring ucapan terima kasih tak terhingga untuk para pelatih dan asisten pelatih, pengurus, anggota, dan para mitra. Tak lupa puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan alam semesta atas segala karunia. .

Panji-panji #runningisblessing #runningissharing akan terus kita jaga.

.

Skolari 130120

Shopping Cart

x
 x 

Cart empty