By: Theresia Lirani (Running Enthusiast)

“Finishmu Pilihanmu”yang menjadi konsep di Race Danamon Run 2019 merupakan hal yang baru saya temukan sejauh pengalaman saya mengikuti ajang lari. Dimana pelari diberikan kebebasan untuk menentukan finishnya sendiri ketika lomba sedang berlangsung, apakah mau finish di kilometer 5, 10, atau seterusnya. Tidak seperti ajang-ajang lainnya yang mengharuskan pelari memilih kategori finish saat pendaftaran. 

Keunikan lain dari ajang Race Danamon Run ini adalah, adanya kategori 15K! Tidak seperti ajang lainnya yang dari ketegori 10K langsung ke 21K (Half Marathon).

Selama ini, pertimbangan usia merupakan hal paling utama, mengapa saya tidak pernah berani melampaui batas 10K. Karena untuk melamapuinya, berarti saya harus mengikuti sampai 21Km, yang rasanya sungguh tidak mungkin. Makanya, keberadaan finish 15K ini jelas merupakan godaan untuk saya ‘naik kelas’. 
Ketimbang memikirkan yang berat-berat, saya mencoba untuk tertib dulu di 5 point berikut: Membaca race guide, Kuasai rute, Istirahat cukup, makan bergizi, dan persiapkan perlengkapan seperti sepatu, BlB, dan lain-lainnya.

Begitu tanda aba-aba lari dimulai, saya mencoba fokus pada apa yang disampaikan oleh mentor saya Mas Eldi, bahwa untuk bisa Finish Strong and Happy, sebaiknya kita tidak berfokus pada total jarak yang akan kita tempuh, melainkan membaginya menjadi 3 tahapan ( supaya tidak terasa berat) . Karena di hati kecil saya sudah ada niatan untuk mencoba 15K, makanya saya coba untuk membagi lari saya menjadi 5K pertama, kedua, dan ketiga.

Meski cuaca saat itu cukup mendukung, tidak panas, tidak banyak kendaraan lewat dan banyak angin..saya sepertinya  mendapat banyak godaan untuk bisa menyelesaikan misi saya kali ini. Mulai dari banyak teman yang mengambil rute 5K, juga ada sahabat yang awalnya sudah komit untuk mencoba 15K bersama saya tetapi terpaksa belok menjadi 10K karena mengalami cedera kaki. Keraguan semakin besar, apakah terus, atau belok saja? Tapi saya memutuskan untuk lanjut saja, dengan tetap membawa langkah yang rasanya mulai berat.

Untungnya, ketersediaan water station yang cukup banyak, plus pisang dan kurma yg saya dapatkan di stasiun ke-4 bisa membuat energi saya kembali bertambah.
Ketika rasa ingin menyerah kian dominan, tiba-tiba dari belakang ada teman yang melalui saya sambil berteriak, “Ayo Mbaa... Semangat... Tinggal dikit lagi!” saya seperti terbangun dan sadar bahwa saya sudah di KM 12, apalagi tidak jauh kemudian saya melihat board bertuliskan: PASTI BISA.

Saya seperti mendapatkan energi yang entah dari mana datangnya. Semakin mendekati garis finish, semakin membuat saya ingin memacu lebih cepat lagi.

Sesaat menjelang garis finish, saya mendengar panitia menyerukan, “Ayooo.. ayooo mba...Masih ada 20 medali khusus ”
Wuahh...rasanya seperti energy booster yang mendorong saya sampai ke garis finish dengan catatan record millage terbaru: Finish 15K! 

“YESS, I BREAK THE LIMIT"